Jumat, 23 Oktober 2015

Forum Pertemuan Hima dan UKM se-FISIP Hasilkan Kesepakatan



Bengkulu- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berserta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP UNIB menyelenggarakan forum pertemuan untuk Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan FISIP UNIB. Forum ini diselenggarakan di ruang 1 gedung PKM UNIB, Kamis (22/10). 

Forum tersebut diselenggarakan dalam rangka menyatukan kesepakatan isu terkait permasalahan penggunaan gedung kuliah bersama II untuk kegiatan kemahasiswaan. “Forum ini diadakan agar kita bisa menyatukan kesepakatan bagaimana gebrakan yang akan kita lakukan terkait masalah penggunaan gedung ini, kita mengajak teman-teman HIMA dan UKM di FISIP,” ujar Ferry Sandria selaku ketua panitia dan kepala divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FISIP UNIB. 

Forum ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan FISIP Dr.Hajar Gelis Pramudyasmono,MA sekaligus membuka forum tersebut. Selain itu, forum tersebut juga dihadiri oleh Menteri Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa dari BEM KBM UNIB, Astri Wijayanti. 

Selama acara berlangsung, masing-masing dari HIMA dan UKM mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan keluhan terkait permasalahan penggunaan gedung kuliah bersama II yang menjadi penghambat kegiatan kemahasiswaan di FISIP UNIB. Dr.Hajar sebagai Wakil dekan III dengan fokusnya mendengarkan keluhan-keluhan para mahasiswanya dan mengusahakan untuk mewujudkan tuntutan yang diberikan oleh mahasiswa. “Kita sama-sama mengeluh akan kebijakan kampus kita ini, maka dari itu kita saling satukan pikiran untuk hal ini agar nanti dapat kita mediasikan bila perlu ke pihak rektorat,” ujar Dr.Hajar. 

Hasil dari diskusi dalam forum tersebut akhirnya berbuah kesepakatan untuk menyuarakan beberapa tuntutan. Tuntutan tersebut yakni, pelegalan penggunaan gedung kuliah bersama II untuk kegiatan kemahasiswaan pada hari Sabtu dan Minggu, kenyamanan kualitas fasilitas perkuliahan, dan pelegan peminjaman alat-alat penunjang kegiatan kemahasiswaan seperti wireless dan in focus


Tuntutan tersebut akan dijadikan barang berharga yang akan dibawa untuk melakukan audiensi dengan pihak terkait sebagai langkah awal gebrakan mahasiswa FISIP. “Tuntutan-tuntutan ini sudah disepakati, nantinya akan di tanda tangani seluruh ketua HIMA dan UKM setelah itu akan kita adakan audiensi kepada pihak yang terkait, yakni Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya dan UMKAP untuk memenuhi tuntutan kita,” tambah Ferry. (SRS)

Kemarau Panjang, PDAM Bengkulu Krisis Air



Bengkulu- Musim kemarau panjang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, tidak terkecuali Bengkulu. Musim kemarau ini berdampak pada berkurangnya sumber air di beberapa wilayah di Bengkulu. Hal ini dikeluhkan oleh beberapa warga yang rumahnya sudah beberapa hari tidak memperoleh air. 

Salah satunya adalah warga kelurahan Tanjung Jaya, Sri Hartati (48) mengeluhkan kondisi kemarau yang panjang ini membuat pasokan air di rumahnya berkurang dan mulai tidak layak. “Akhir-akhir ini air kerannya macet. Kadang hidup kadang tidak, kalaupun keluar airnya kecil terus tidak layak konsumsi karena mulai kotor gitu,” ungkap Sri saat ditemui pada Jumat (23/10).  Sri berharap semoga ada solusi dari pihak PDAM untuk mengatasi masalah jumlah dan kualitas air yang mulai menurun tersebut. “Mohon lah pihak PDAM bisa kasih solusi,” imbuhnya.

Bukan hanya di wilayah kelurahan Tanjung Jaya, hal serupa juga dialami oleh Ayu (21) warga Lingkar Barat yang juga mengalami kesulitan memperoleh air untuk keperluan sehari-hari. “Sudah dua hari air di rumah saya mati, jadi kalau mau mandi terpaksa menggunakan air galon,” ujar Ayu. Menurut Ayu, Ia begitu heran dengan kondisi air yang ada di rumahnya karena sangat mengganggu aktivitas kebutuhan sehari-hari. “Sebenarnya sangat terganggu sekali, tapi ya mau bagaimana lagi?” keluhnya.

Di sisi lain, pihak PDAM mengkonfirmasi keluhan-keluhan dari masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh layanan air bersih. “Ini sudah faktor dari kemarau yang panjang. Semuanya mengalami krisis air. Beberapa sungai sudah mulai mengering bisa di check biar lebih jelas,” ujar Sherly yang merupakan salah satu pegawai tempat aduan di kantor PDAM Bengkulu. Sherly pun menjelaskan beberapa sungai yang sedang mengalami penyusutan jumlah air. “Kalau untuk wilayah Lingkar Barat sumber airnya dari sungai di Nilas, itu sungai tinggal 50% lagi. Kalau untuk wilayah Muara Bangkahulu, Sungai Serut dan Teluk Segara sumbernya dari sungai di kelurahan Surabaya. Bisa dilihat sungai disana juga sudah mulai menyusut,” tambahnya. Menurutnya, pihak PDAM sudah mulai mencari solusi dengan mengadakan tangki-tangki penambahan pasokan air. Namun, tangki-tangki tersebut belum juga mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat. “Kita sudah mengadakan penambahan tangki air, namun ya juga ga menyelesaikan masalah. Sekarang ya bergantung ke alam itulah lagi,” tandasnya. (SRS)