Jumat, 23 Oktober 2015

Kemarau Panjang, PDAM Bengkulu Krisis Air



Bengkulu- Musim kemarau panjang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, tidak terkecuali Bengkulu. Musim kemarau ini berdampak pada berkurangnya sumber air di beberapa wilayah di Bengkulu. Hal ini dikeluhkan oleh beberapa warga yang rumahnya sudah beberapa hari tidak memperoleh air. 

Salah satunya adalah warga kelurahan Tanjung Jaya, Sri Hartati (48) mengeluhkan kondisi kemarau yang panjang ini membuat pasokan air di rumahnya berkurang dan mulai tidak layak. “Akhir-akhir ini air kerannya macet. Kadang hidup kadang tidak, kalaupun keluar airnya kecil terus tidak layak konsumsi karena mulai kotor gitu,” ungkap Sri saat ditemui pada Jumat (23/10).  Sri berharap semoga ada solusi dari pihak PDAM untuk mengatasi masalah jumlah dan kualitas air yang mulai menurun tersebut. “Mohon lah pihak PDAM bisa kasih solusi,” imbuhnya.

Bukan hanya di wilayah kelurahan Tanjung Jaya, hal serupa juga dialami oleh Ayu (21) warga Lingkar Barat yang juga mengalami kesulitan memperoleh air untuk keperluan sehari-hari. “Sudah dua hari air di rumah saya mati, jadi kalau mau mandi terpaksa menggunakan air galon,” ujar Ayu. Menurut Ayu, Ia begitu heran dengan kondisi air yang ada di rumahnya karena sangat mengganggu aktivitas kebutuhan sehari-hari. “Sebenarnya sangat terganggu sekali, tapi ya mau bagaimana lagi?” keluhnya.

Di sisi lain, pihak PDAM mengkonfirmasi keluhan-keluhan dari masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh layanan air bersih. “Ini sudah faktor dari kemarau yang panjang. Semuanya mengalami krisis air. Beberapa sungai sudah mulai mengering bisa di check biar lebih jelas,” ujar Sherly yang merupakan salah satu pegawai tempat aduan di kantor PDAM Bengkulu. Sherly pun menjelaskan beberapa sungai yang sedang mengalami penyusutan jumlah air. “Kalau untuk wilayah Lingkar Barat sumber airnya dari sungai di Nilas, itu sungai tinggal 50% lagi. Kalau untuk wilayah Muara Bangkahulu, Sungai Serut dan Teluk Segara sumbernya dari sungai di kelurahan Surabaya. Bisa dilihat sungai disana juga sudah mulai menyusut,” tambahnya. Menurutnya, pihak PDAM sudah mulai mencari solusi dengan mengadakan tangki-tangki penambahan pasokan air. Namun, tangki-tangki tersebut belum juga mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat. “Kita sudah mengadakan penambahan tangki air, namun ya juga ga menyelesaikan masalah. Sekarang ya bergantung ke alam itulah lagi,” tandasnya. (SRS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar