Bengkulu- Musim kemarau panjang melanda sebagian besar
wilayah Indonesia, tidak terkecuali Bengkulu. Musim kemarau ini berdampak pada
berkurangnya sumber air di beberapa wilayah di Bengkulu. Hal ini dikeluhkan
oleh beberapa warga yang rumahnya sudah beberapa hari tidak memperoleh air.
Salah satunya adalah warga kelurahan Tanjung Jaya, Sri
Hartati (48) mengeluhkan kondisi kemarau yang panjang ini membuat pasokan air
di rumahnya berkurang dan mulai tidak layak. “Akhir-akhir ini air kerannya
macet. Kadang hidup kadang tidak, kalaupun keluar airnya kecil terus tidak
layak konsumsi karena mulai kotor gitu,” ungkap Sri saat ditemui pada Jumat
(23/10). Sri berharap semoga ada solusi
dari pihak PDAM untuk mengatasi masalah jumlah dan kualitas air yang mulai
menurun tersebut. “Mohon lah pihak PDAM bisa kasih solusi,” imbuhnya.
Bukan hanya di wilayah kelurahan Tanjung Jaya, hal serupa
juga dialami oleh Ayu (21) warga Lingkar Barat yang juga mengalami kesulitan
memperoleh air untuk keperluan sehari-hari. “Sudah dua hari air di rumah saya
mati, jadi kalau mau mandi terpaksa menggunakan air galon,” ujar Ayu. Menurut
Ayu, Ia begitu heran dengan kondisi air yang ada di rumahnya karena sangat
mengganggu aktivitas kebutuhan sehari-hari. “Sebenarnya sangat terganggu
sekali, tapi ya mau bagaimana lagi?” keluhnya.
Di sisi lain, pihak PDAM mengkonfirmasi keluhan-keluhan dari
masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh layanan air bersih. “Ini sudah
faktor dari kemarau yang panjang. Semuanya mengalami krisis air. Beberapa sungai
sudah mulai mengering bisa di check
biar lebih jelas,” ujar Sherly yang merupakan salah satu pegawai tempat aduan
di kantor PDAM Bengkulu. Sherly pun menjelaskan beberapa sungai yang sedang
mengalami penyusutan jumlah air. “Kalau untuk wilayah Lingkar Barat sumber
airnya dari sungai di Nilas, itu sungai tinggal 50% lagi. Kalau untuk wilayah
Muara Bangkahulu, Sungai Serut dan Teluk Segara sumbernya dari sungai di
kelurahan Surabaya. Bisa dilihat sungai disana juga sudah mulai menyusut,”
tambahnya. Menurutnya, pihak PDAM sudah mulai mencari solusi dengan mengadakan
tangki-tangki penambahan pasokan air. Namun, tangki-tangki tersebut belum juga
mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat. “Kita sudah mengadakan penambahan
tangki air, namun ya juga ga menyelesaikan masalah. Sekarang ya bergantung ke
alam itulah lagi,” tandasnya. (SRS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar